Kalua Jeruk Ciwidey, Manisan Go Internasional Asal Ciwidey

Kalua Jeruk

Kalua Jeruk Ciwidey ini akan banyak kalian jumpai ketika berkunjung ke Ciwidey. Manisan ini pertama kali dibuat oleh Ibu Eneh Sutinah pada tahun 1952, yang selanjutnya diwariskan kepada cucunya yaitu Elin Ratna Asmara.

“Yang pertama membuat kalua itu nenek saya,” tutur Elin Ratna Asmara (64), cucu dari Enih ketika ditemui, Rabu (20/6/2018).

Proses pembuatan Kalua Jeruk ini selama dua hari. Bahan dasarnya sendiri yaitu kulit buah jeruk bali yang masih muda.

Proses pembuatannya yaitu pertama,  kulit jeruk bali muda dikupas, kemudian bagian yang berwarna hijaunya dipisahkan hingga menyisakan bagian kulit yang berwarna putih. Bagian yang berwarna putih tersebut dipotong berbentuk segitiga. Kemudian direndam menggunakan campuran kapur sirih selama satu malam hingga menguning.

Setelah selesai direndam, cuci bahan tersebut sehingga warna kapur menghilang sebelum direbus sampai empuk. Setelah itu kemudian cuci lagi sampai tidak ada rasa pahit. Lalu terakhir, dimasak menggunakan gula asli, gula aren atau gula putih.

Menurut Elin, ciri khas dari resep yang di turunkan neneknya itu hanya ada satu rasa, yakni original dan rasa manis dari gula aren. Namun, Elin terus melakukan modifikasi dengan menambahkan rasa-rasa baru seperti mocca, durian, stroberi, melon, jeruk, dan vanila.

Keputusan Elin untuk mengembangkan usaha Kalua Jeruk dengan menambah berbagai rasa ini ternyata tepat. Usaha pembuatan manisan Kalua Jeruknya itu berkembang sangat pesat. Banyak orang yang menjadikan Kalua Jeruk sebagai oleh-oleh sepulang berwisata dari Ciwidey dan sekitarnya.

Elin menjual kalua jeruk ini dengan harga Rp70 ribu untuk satu kilo dengan berbagai rasa pilihan pembeli. Kalua Jeruk Ciwidey ini tak hanya terjual di Ciwidey, namun sudah terjual juga di luar daerah ciwideyseperti Jakarta, bahkan Malaysia dan Singapura.

Namun, semenjak pandemi Elin mengaku bahwa produksi Kalua Jeruk ini mengalami penurunan. Yang biasanya setiap hari memproduksi 100 Kg, kini hanya memproduksi dalam waktu dua mingu sekali.

Elin berharap situasi akan segera pulih kembali, agar Ia dan pedagang lainnya bisa turut mangalami kenaikan penjualan.

Kamar

Toilet

Dapur

Sewa

Rp 8000000 /Malam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn